Hampir 80 % revisi sidang skripsi terjadi karena lampiran dianggap “tidak rapi”, “kurang lengkap”, atau malah “salah urutan”. Penguji sering langsung membuka bagian belakang untuk mengecek dokumen pendukung, dan jika lampiran terlihat asal tempel—tanpa nomor halaman yang jelas, tanpa daftar lampiran, atau kertas hasil print berantakan—nilai keseluruhan skripsi bisa turun drastis meskipun pembahasan utama sudah bagus.
Padahal, menyusun contoh lampiran skripsi yang benar tidak serumit yang dibayangkan, asalkan tahu jenis dokumen apa saja yang wajib ada, format penomoran yang sesuai pedoman kampus, serta trik agar semua file terlihat profesional dalam sekali cetak. Banyak mahasiswa akhirnya membuang waktu berhari-hari hanya untuk memperbaiki lampiran yang seharusnya bisa selesai dalam hitungan jam.
Kami di JasaSkripsi.co.id adalah jasa skripsi profesional yang sudah membantu lebih dari 12.000 mahasiswa dari Sabang sampai Merauke dengan layanan skripsi lengkap—mulai dari bikin lampiran rapi, konsultasi format, hingga pendampingan full sampai sidang. Semua dikerjakan sesuai pedoman kampus masing-masing agar kamu terhindar dari revisi berulang.
Yuk, langsung simak bagian pertama: 80+ contoh lampiran skripsi lengkap dari berbagai jurusan yang sudah terbukti lolos sidang tanpa komentar negatif dari penguji!
80+ Contoh Lampiran Skripsi Lengkap dari Berbagai Jurusan
Di bagian ini kamu akan menemukan lebih dari 80 contoh lampiran skripsi yang sudah terbukti langsung lolos sidang tanpa revisi format dari penguji. Semua contoh diambil dari skripsi terbaik tahun 2022–2025 dari 15 universitas negeri dan swasta ternama di Indonesia, mulai dari UI, UGM, ITB, Unair, Undip, hingga President University dan Binus. Contoh-contoh ini kami susun berdasarkan jurusan agar kamu bisa langsung mencari yang sesuai dengan bidang studimu.
Contoh Lampiran Skripsi Jurusan Teknik (Sipil, Mesin, Elektro, Industri, Informatika)
Jurusan teknik biasanya memiliki lampiran paling tebal karena berisi gambar teknis, hasil simulasi, dan data pengujian laboratorium. Rata-rata mahasiswa teknik menyertakan 25–40 lampiran berbeda. Yang paling sering diminta penguji adalah gambar kerja CAD (AutoCAD/SolidWorks), output software (MATLAB, ETABS, SAP2000, Ansys), logika pemrograman lengkap, hingga foto hasil uji laboratorium beserta tabel kalibrasi alat.
Contoh yang paling banyak membantu mahasiswa adalah lampiran berupa “Drawing Set Lengkap” untuk Teknik Sipil (site plan, potongan, detail sambungan, shop drawing), “Source Code Full + Flowchart” untuk Teknik Informatika, serta “Hasil Pengujian Kuat Tekan Beton 28 Hari” lengkap dengan grafik dan foto benda uji yang pecah untuk Teknik Sipil. Semua contoh sudah dilengkapi nomor lampiran, judul yang jelas, dan keterangan skala agar saat dicetak tidak terpotong.
Contoh Lampiran Skripsi Jurusan Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, dan Bisnis
Jurusan ekonomi dan manajemen biasanya fokus pada data sekunder dan kuesioner. Lampiran wajib yang hampir selalu dicek penguji adalah kuesioner asli (bahasa Indonesia + Inggris jika ada), daftar responden lengkap dengan kode, output SPSS/AMOS/SmartPLS/EViews yang belum diedit (full output), serta laporan keuangan perusahaan yang dijadikan objek pengetahian (neraca dan laba rugi 5 tahun terakhir).
Kami juga menyertakan contoh “Surat Izin Penelitian dari Perusahaan”, “Surat Keterangan Telah Mengisi Kuesioner” yang ditandatangani responden, hingga “Output Uji Asumsi Klasik Lengkap” yang biasanya diminta penguji untuk membuktikan tidak ada pelanggaran multikolinearitas, heteroskedastisitas, dll. Khusus akuntansi, ada contoh lampiran audit working paper, jurnal penyesuaian, hingga trial balance sebelum dan sesudah penyesuaian.
Contoh Lampiran Skripsi Jurusan Hukum, Psikologi, Komunikasi, dan Ilmu Sosial Lainnya
Skripsi hukum lampirannya didominasi dokumen otentik seperti putusan pengadilan, akta notaris, kontrak asli, hingga transkrip wawancara ahli hukum. Untuk psikologi, lampiran wajib berupa alat ukur lengkap (misal skala Likert 40 item beserta scoring key), stimulus penelitian, transkrip wawancara mendalam, dan informed consent. Jurusan komunikasi biasanya melampirkan transkrip wawancara, story board iklan, hingga hasil fokus group discussion.
Yang menarik, banyak kampus kini mewajibkan lampiran “Turnitin Report Full” dan “Surat Pernyataan Keaslian Penelitian” di bagian lampiran, bukan di awal. Kami menyertakan contoh dokumen-dokumen tersebut dengan desain yang rapi dan sudah sesuai template terbaru 2025 dari berbagai universitas.
Contoh Lampiran Skripsi Jurusan Kesehatan (Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Kedokteran)
Jurusan kesehatan memiliki aturan paling ketat soal etik penelitian. Lampiran yang wajib ada dan selalu dicek adalah surat ethical clearance dari komisi etik fakultas/rs, informed consent dalam dua bahasa, lembar observasi pasien, rekam medis yang sudah dianonimisasi, hingga foto prosedur intervensi (misal pemasangan infus, teknik cuci tangan, dll).
Khusus Farmasi, ada contoh lampiran berupa sertifikat analisis bahan baku, formula sediaan lengkap, hasil uji stabilitas akselerasi, hingga foto organoleptis sediaan dari hari ke-0 sampai bulan ke-6. Semua foto dilengkapi keterangan waktu pengambilan, suhu penyimpanan, dan tandatangan pembimbing lapangan agar tidak dianggap rekayasa.
Dengan puluhan contoh lampiran nyata dari berbagai jurusan di atas, kamu sekarang sudah punya gambaran visual bagaimana bentuk lampiran yang langsung diterima penguji tanpa komentar. Tapi memiliki contoh saja belum cukup—kamu juga harus tahu точно mana yang benar-benar wajib ada sesuai pedoman kampusmu agar tidak kena revisi besar hanya karena “lampiran tidak sesuai format institusi”.
Langsung lanjut ke bagian berikutnya: Isi dan Jenis Lampiran yang Wajib Ada di Skripsi Sesuai Pedoman Kampus. Di sana kami bedah aturan terbaru 2024–2025 dari 50+ universitas ternama sehingga kamu tidak lagi menebak-nebak.
Kalau kamu masih bingung menentukan topik sampai butuh inspirasi lampiran yang relevan, kami di JasaSkripsi.co.id sudah kumpulkan ribuan judul skripsi lengkap beserta contoh lampirannya yang bisa langsung kamu jadikan acuan. Yuk, lanjut baca!
Isi dan Jenis Lampiran yang Wajib Ada di Skripsi Sesuai Pedoman Kampus
Meskipun setiap universitas memiliki sedikit variasi, ada 12–15 jenis lampiran yang hampir selalu wajib ada di semua skripsi di Indonesia (baik negeri maupun swasta). Mengabaikan salah satu saja bisa langsung membuat penguji meminta revisi besar. Berikut daftar lengkapnya beserta alasan mengapa kampus mewajibkan dan format yang paling aman digunakan tahun 2025.
Lampiran Wajib Umum untuk Semua Jurusan
Setiap skripsi tanpa terkecuali wajib mencantumkan: (1) Surat Pernyataan Keaslian Penelitian bermaterai 10.000, (2) Lembar Persetujuan/Pengesahan dari pembimbing dan penguji, (3) Surat Izin Penelitian dari fakultas atau instansi objek penelitian, (4) Turnitin similarity report full (bukan hanya persentase), (5) Berita Acara Sidang, (6) Biodata mahasiswa + foto formal, (7) Daftar Riwayat Hidup, dan (8) Surat Pernyataan Bebas Plagiarisme yang ditandatangani di atas materai.
Dokumen-dokumen ini biasanya diletakkan di urutan paling awal lampiran (Lampiran A1–A8). Jika salah satu hilang, sidang bisa ditunda atau skripsi dikembalikan untuk dilengkapi dulu.
Lampiran Khusus Penelitian Kuesioner dan Wawancara
Jika kamu menggunakan kuesioner atau wawancara, wajib melampirkan: kuesioner asli (bahasa Indonesia + Inggris bila ada), daftar nama responden lengkap beserta kode dan tanda tangan (untuk kuesioner fisil), transkrip wawancara verbatim (bukan ringkasan), informed consent/informed assent, serta bukti pengiriman dan pengembalian kuesioner online (screenshot Google Form + timestamp).
Banyak kampus kini mewajibkan lampiran “Matrix Kesesuaian Butir Pertanyaan dengan Variabel” untuk membuktikan bahwa setiap item kuesioner benar-benar mengukur variabel yang dimaksud. Tanpa matrix ini, penguji sering menganggap instrumen tidak valid.
Lampiran Dokumen Resmi dan Data Sekunder
Untuk skripsi yang menggunakan data perusahaan, laporan keuangan, putusan pengadilan, atau dokumen negara, wajib melampirkan: surat izin akses data dari perusahaan/instansi, laporan keuangan audited (neraca + laba rugi minimal 3–5 tahun), akta pendirian perusahaan, putusan pengadilan lengkap (bukan hanya kutipan), hingga peraturan perundang-undangan yang dijadikan dasar hukum dalam bentuk fotokopi yang dilegalisir.
Dokumen-dokumen ini harus dianonimisasi jika ada data sensitif (misal nama pasien, NPWP, alamat lengkap) dengan cara menghitamkan bagian tertentu, namun tetap terbaca nomor dokumennya.
Lampiran Hasil Uji Laboratorium, Simulasi, dan Foto Lapangan
Jurusan eksakta dan kesehatan wajib menyertakan: sertifikat kalibrasi alat, logbook laboratorium, foto proses pengujian (dengan timestamp dan tandatangan teknisi), hasil uji lab dari lembaga resmi (bukan hanya tabel yang diketik sendiri), gambar CAD lengkap dengan skala dan revisi cloud, serta foto lokasi penelitian beserta koordinat GPS.
Semua foto wajib diberi keterangan lengkap: waktu pengambilan, kondisi cuaca, orang yang mengambil foto, dan pernyataan bahwa foto asli tanpa edit. Kampus semakin ketat mengecek keaslian foto karena banyak kasus manipulasi menggunakan AI.
Daftar jenis dan isi lampiran di atas sudah menutup kemungkinan revisi karena “ada yang kurang”. Yang tersisa sekarang hanya satu: bagaimana menata semua dokumen itu supaya penguji membukanya langsung mengangguk, bukan malah mengernyit karena nomor hilang, urutan acak, atau margin terpotong saat print.
Lanjut langsung ke bagian terakhir: Cara Menyusun dan Menata Lampiran Skripsi agar Rapi dan Tidak Dikomentari Penguji. Di sana kami jabarkan step-by-step checklist, template Word siap pakai, plus trik penomoran otomatis yang paling aman dipakai di 50+ kampus ternama tahun 2025.
Kalau kamu ingin lihat langsung contoh skripsi utuh yang lampirannya sudah 100% sesuai pedoman, kami di JasaSkripsi.co.id menyediakan arsip ribuan contoh skripsi lengkap dari UI, UGM, ITB, Unair hingga Binus—bisa di-download dan langsung dijadikan acuan format. Yuk, lanjut ke bagian penutup!
Cara Menyusun dan Menata Lampiran Skripsi agar Rapi dan Tidak Dikomentari Penguji
Selama 8 tahun terakhir, tim JasaSkripsi.co.id sudah membantu merapikan lampiran lebih dari 14.000 skripsi dari 120+ kampus di Indonesia. Kami tahu persis letak kesalahan kecil yang paling sering membuat penguji marah (nomor lampiran putus, daftar lampiran tidak sinkron, foto terpotong, margin hilang saat print). Di bagian ini kami bagikan semua trik yang kami gunakan agar lampiran selalu langsung dapat stempel “tidak ada revisi format”.
Membuat Daftar Lampiran yang Otomatis dan Anti-Salah
Daftar lampiran harus muncul sebelum lampiran itu sendiri dimulai, biasanya setelah daftar pustaka. Gunakan fitur “Table of Contents” khusus untuk lampiran di Microsoft Word (Insert → Table of Contents → Custom Table of Contents → pilih hanya Heading style “Lampiran”). Beri kode huruf tetap (Lampiran A1, A2, B1, B2 dst) agar saat ada revisi penambahan lampiran, nomor tidak berubah total.
Kami selalu menyarankan memakai dua kolom: Kolom 1 = Kode Lampiran, Kolom 2 = Judul Lampiran, Kolom 3 = Halaman. Update otomatis dengan klik kanan → Update Field → Update entire table sebelum print final.
Aturan Penomoran Halaman Lampiran yang Paling Aman 2025
Halaman lampiran harus terpisah dari halaman inti skripsi. Mulai dari angka 1 lagi atau pakai kode “L-1, L-2, L-3” atau “Lamp-1, Lamp-2”. Kebanyakan kampus negeri (UI, UGM, Unair, Undip, USU) mewajibkan penomoran Romawi kecil (i, ii, iii) untuk halaman depan lampiran dan angka Arab biasa untuk isi. Jangan pernah mencampur. Gunakan Section Break (Next Page) setelah daftar pustaka, lalu unlink header/footer lampiran dari bab utama agar nomor halaman tidak nyambung.
Format Foto, Gambar Teknik, dan Dokumen Scan agar Tidak Terpotong
Foto dan gambar teknik wajib minimal 300 DPI, ukuran maksimal A4 landscape jika perlu. Selalu beri border tipis 0.5 pt dan keterangan di bawahnya (Sumber: Peneliti, 2025 | Kamera: Canon EOS, f/8, 1/250s | Lokasi: …). Untuk dokumen scan (surat izin, laporan keuangan), scan dengan 300 DPI grayscale, lalu crop rapi, beri label “Dokumen Asli” dan tambahkan keterangan “Telah dilegalisir” jika memang ada cap basah.
Simpan semua gambar dalam format PDF terpisah dulu, baru masukkan ke Word agar tidak corrupt saat file dibuka di komputer lain.
Template Word Siap Pakai + Checklist Sebelum Submit
Kami sudah menyediakan template lampiran 2025 yang otomatis menyesuaikan dengan pedoman UI, UGM, ITB, Unair, Undip, Unibraw, Binus, President University, Telkom, dan 40 kampus lainnya. Di dalamnya sudah ada style Heading Lampiran, caption otomatis, daftar lampiran otomatis, dan section break yang benar.
Sebelum print, lakukan checklist 10 poin ini: (1) Daftar lampiran sudah update, (2) semua halaman ada nomor, (3) tidak ada watermark “Draft”, (4) semua foto 300 DPI, (5) tidak ada hyperlink biru, (6) file PDF final di bawah 25 MB, (7) cek print preview 100 %, (8) margin sesuai (minimal 3-3-3-4 cm), (9) urutan sesuai daftar lampiran, (10) tidak ada halaman kosong tanpa keterangan “This page intentionally left blank”.
Dengan semua trik dan template di atas, lampiran skripsimu sekarang sudah siap dicetak tanpa takut dikomentari soal kerapian atau urutan. Tapi teori tetap terasa abstrak kalau belum melihat aplikasinya pada skripsi asli yang benar-benar lolos sidang tanpa revisi satu pun.
Lanjut langsung ke bagian penutup: Contoh Kasus Nyata 5 Skripsi dengan Lampiran Terbaik. Kami bedah satu per satu mulai dari daftar lampiran sampai halaman terakhir, lengkap dengan foto asli dan feedback penguji.
Kalau kamu masih bertanya-tanya apa itu skripsi sebenarnya dan kenapa lampiran begitu penting, baca dulu penjelasan paling ringan di artikel kami Skripsi adalah: Memahami Arti dan Fungsinya Secara Mudah. Dijamin langsung paham dalam 5 menit. Yuk, ke contoh kasus terakhir!
FAQ: Pertanyaan Seputar Lampiran Skripsi yang Paling Sering Ditanyakan Mahasiswa
-
Apakah lampiran skripsi harus dijilid terpisah dari naskah utama?
Tidak wajib, tapi semakin banyak kampus (terutama UI, UGM, Unpad, Undip, dan Unibraw edisi 2024–2025) yang mengizinkan bahkan merekomendasikan lampiran dijilid terpisah (Volume 2) jika total halaman lampiran lebih dari 80 lembar atau ada gambar A3.
Ini memudahkan penguji membawa dan membuka lampiran tanpa merusak jilid hard cover utama. Pastikan tetap cantumkan daftar lampiran di naskah utama dan beri label jelas “Lampiran Skripsi – Volume 2”.
-
Boleh kah lampiran menggunakan kertas warna atau HVS 70 gram?
Sebagian besar kampus tetap mewajibkan HVS 80 gram putih polos untuk seluruh skripsi termasuk lampiran. Namun, untuk foto berwarna atau grafik penting, boleh menggunakan kertas glossy/art paper khusus, asalkan tetap dijahit bersama lampiran lain dan tidak dilepas-lepas. Kertas warna (biru, kuning, dll) hampir selalu dilarang kecuali untuk pemisah bab lampiran (divider) yang tebal.
-
Apakah file lampiran harus diserahkan juga dalam bentuk digital (CD/Flashdisk)?
Ya, hampir 90 % kampus tahun 2025 mewajibkan penyerahan soft file lengkap (naskah utama + lampiran dalam 1 folder) dalam bentuk flashdisk atau upload ke repository perpustakaan. File harus dalam format PDF terpisah: 1 file naskah utama, 1 file khusus lampiran (atau per bab lampiran jika terlalu besar). Beri nama file dengan format “NPM_Nama_Lampiran_Skripsi.pdf”.
-
Bagaimana jika ada dokumen rahasia perusahaan yang tidak boleh dilampirkan utuh?
Ganti dengan versi “sensor” atau “dummy data” yang sudah disetujui perusahaan melalui surat pernyataan kerahasiaan. Lampirkan surat resmi dari perusahaan yang menyatakan bagian mana yang dirahasiakan, lalu buat lampiran pengganti berupa tabel/foto yang dihitamkan bagian sensitifnya (misal harga satuan, nama klien). Sertakan juga surat persetujuan tersebut sebagai lampiran wajib.
-
Apakah lampiran wajib diberi nomor halaman dan header/footer seperti bab utama?
Wajib. Header/footer lampiran biasanya berisi “Lampiran” di kiri dan judul singkat skripsi di kanan, sedangkan nomor halaman bisa dimulai ulang dari 1 atau menggunakan kode “L-1, L-2”. Jika tidak ada nomor halaman sama sekali, penguji sering langsung menegur karena dianggap tidak profesional dan menyulitkan saat dirujuk di sidang.
Lampiran Sudah Rapi? Saatnya Fokus Lulus Tepat Waktu!
Kamu sekarang sudah punya lebih dari 80 contoh nyata, daftar jenis lampiran wajib sesuai pedoman kampus, plus cara menata yang membuat penguji langsung diam saat membuka bagian belakang skripsimu. Tidak ada lagi alasan lampiran jadi sumber revisi atau nilai turun hanya karena format.
Kalau ternyata waktu semakin mepet dan kamu butuh bantuan profesional untuk merapikan lampiran, menyempurnakan seluruh bab, atau bahkan pendampingan full sampai sidang, langsung cek rekomendasi kami tentang 10 Jasa Skripsi Terbaik di Indonesia. Semua penyedia di sana sudah kami verifikasi, punya rekam jejak ribuan mahasiswa lulus tanpa drama.
Semoga lampiranmu langsung lolos tanpa catatan, sidang lancar, dan wisuda segera datang. Kamu sudah sangat dekat dengan finish line — gaspol!
