Menulis bagian penutup sering menjadi tahapan paling melelahkan bagi mahasiswa. Banyak yang sudah menyelesaikan analisis data, tetapi tetap kesulitan merumuskan contoh kesimpulan skripsi yang padat, tepat sasaran, dan benar-benar menjawab tujuan penelitian. Kebingungan ini muncul karena banyak mahasiswa belum memahami batas jelas antara kesimpulan, interpretasi, dan rekomendasi.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, JasaSkripsi.co.id hadir sebagai jasa skripsi profesional yang menyediakan berbagai layanan pendampingan. Melalui layanan skripsi lengkap yang kami sediakan, mahasiswa dapat menyelesaikan skripsi lebih cepat, terstruktur, dan tanpa kebingungan dalam menyusun bagian kesimpulan.
Sekarang, mari masuk ke bagian pertama: 70+ contoh kesimpulan skripsi berbagai jurusan yang kuat dan ilmiah.
70+ Contoh Kesimpulan Skripsi Berbagai Jurusan yang Kuat dan Ilmiah
Bagian ini menyajikan lebih dari 70 contoh kesimpulan skripsi yang benar-benar kuat, ilmiah, dan siap pakai dari 20 jurusan berbeda. Setiap contoh dirancang agar memenuhi standar akademik tinggi: singkat namun padat, menjawab rumusan masalah dan tujuan penelitian secara utuh, didukung temuan empiris, serta memberikan implikasi teoritis maupun praktis yang jelas. Anda bisa langsung menyesuaikan contoh-contoh ini dengan variabel dan hasil penelitian Anda sendiri.
1. Jurusan Teknik Informatika & Sistem Informasi
Kesimpulan skripsi di bidang teknik informatika biasanya menekankan pada performa sistem yang dibangun, tingkat akurasi algoritma, efisiensi waktu dan sumber daya, serta kontribusi terhadap pengembangan teknologi informasi. Contoh yang baik harus menyebutkan metrik pengujian yang konkret (accuracy, precision, recall, F1-score, waktu eksekusi, dll.) serta membandingkannya dengan penelitian sebelumnya.
Sebagai contoh, pada penelitian pengembangan aplikasi deteksi dini penyakit dengan deep learning, kesimpulan yang kuat akan menyatakan bahwa model CNN yang diusulkan mencapai akurasi 96,8% (meningkat 4-7% dibandingkan model baseline), mampu memproses satu citra dalam 0,12 detik, dan telah diuji pada dataset lokal sebanyak 12.000 citra medis. Implikasinya adalah sistem ini dapat membantu tenaga medis di daerah terpencil untuk skrining lebih cepat dan akurat.
Contoh lain pada skripsi pengembangan aplikasi e-commerce berbasis microservices dapat menegaskan bahwa arsitektur yang dibangun berhasil menangani 15.000 concurrent users dengan response time rata-rata di bawah 300 ms, meningkatkan skalabilitas 300% dibandingkan monolithic, serta memberikan rekomendasi implementasi containerisasi Docker dan Kubernetes untuk perusahaan serupa.
2. Jurusan Manajemen & Akuntansi
Kesimpulan di jurusan manajemen dan akuntansi harus mampu merangkum pengaruh variabel independen terhadap dependen dengan bahasa yang tegas, menyebutkan nilai koefisien regresi atau signifikansi statistik, serta memberikan saran manajerial yang actionable.
Misalnya pada penelitian pengaruh digital marketing dan brand image terhadap keputusan pembelian, kesimpulan yang kuat akan menyatakan bahwa digital marketing berpengaruh paling dominan (β = 0,412, sig. 0,000) diikuti brand image (β = 0,298), sehingga perusahaan disarankan meningkatkan anggaran iklan di platform TikTok dan Instagram sebesar 25-30% serta memperkuat user-generated content.
Untuk skripsi akuntansi tentang implementasi PSAK 71, kesimpulan yang ilmiah biasanya menyebutkan bahwa penerapan standar baru meningkatkan cadangan kerugian kredit sebesar 18,7%, menurunkan laba bersih rata-rata 9,2%, namun justru meningkatkan kualitas laporan keuangan dan kepercayaan investor, sehingga direkomendasikan kepada seluruh bank umum di Indonesia untuk segera mengadopsi model ECL (Expected Credit Loss) secara menyeluruh.
3. Jurusan Hukum
Kesimpulan skripsi hukum harus bersifat normatif sekaligus empiris (jika ada data lapangan), menjawab permasalahan hukum yang diajukan, dan memberikan rekomendasi legislasi atau penegakan hukum yang konkret.
Contoh kesimpulan skripsi tentang perlindungan data pribadi pasca UU PDP 2022 dapat menyatakan bahwa meskipun UU PDP telah memberikan landasan yang kuat, masih terdapat tumpang tindih kewenangan antara Kementerian Kominfo dan OJK, sehingga diperlukan Peraturan Pemerintah turunan yang mengatur mekanisme koordinasi lintas sektor serta pembentukan lembaga pengawas independen dalam waktu paling lambat 2026.
Pada penelitian hukum pidana tentang kejahatan siber, kesimpulan yang baik akan menegaskan bahwa penerapan Pasal 27 ayat (3) UU ITE masih multi-tafsir dan sering menimbulkan kriminalisasi berlebih, sehingga hakim disarankan menggunakan pendekatan restorative justice bagi pelaku pertama kali serta mendorong revisi UU ITE agar lebih selaras dengan prinsip HAM dan kebebasan berekspresi.
4. Jurusan Psikologi & Pendidikan
Kesimpulan skripsi psikologi biasanya merangkum hubungan antar variabel psikologis dengan menyebutkan nilai korelasi atau perbedaan signifikan antar kelompok, dilengkapi implikasi terhadap intervensi psikologis atau pendidikan.
Sebagai contoh, penelitian tentang hubungan mindfulness dan kecemasan pada mahasiswa semester akhir dapat menyimpulkan bahwa terdapat korelasi negatif yang signifikan (r = -0,624, p < 0,01), program mindfulness berbasis aplikasi selama 8 minggu berhasil menurunkan skor GAD-7 rata-rata dari 14,2 menjadi 6,8, sehingga direkomendasikan bagi seluruh perguruan tinggi untuk menyediakan layanan mindfulness secara gratis.
Untuk skripsi pendidikan tentang penerapan pembelajaran berbasis proyek, kesimpulan yang kuat akan menyatakan bahwa metode PBL meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa sebesar 28,4% (pretest 62,1 menjadi posttest 90,5) dibandingkan kelas konvensional, sehingga kurikulum Merdeka Belajar seharusnya menjadikan PBL sebagai pendekatan utama minimal 60% dari total jam pelajaran.
Setelah mempelajari 70+ contoh kesimpulan skripsi dari berbagai jurusan, langkah selanjutnya adalah memahami komponen wajib dan struktur kesimpulan yang benar. Bagian itu penting karena tanpa kerangka yang tepat, kesimpulan sulit menunjukkan hubungan logis antara rumusan masalah, metode, dan temuan penelitian. Struktur yang benar memastikan kesimpulan Anda tidak hanya ringkas, tetapi juga menunjukkan kualitas analisis yang dapat dipertanggungjawabkan.
Untuk membantu Anda yang masih mencari arah penelitian, JasaSkripsi.co.id juga menyediakan ribuan referensi melalui halaman kumpulan judul skripsi yang bisa menjadi sumber ide dan inspirasi. Jika Anda ingin hasil akhir skripsi lebih terarah dan kuat secara akademik, lanjutkan membaca bagian berikutnya mengenai komponen wajib dan struktur kesimpulan skripsi yang benar.
Komponen Wajib dan Struktur Kesimpulan Skripsi yang Benar
Kesimpulan bukan sekadar ringkasan bab terakhir, melainkan bagian paling strategis yang menentukan apakah seluruh kerja keras penelitian Anda dianggap bermakna oleh dosen penguji. Struktur yang tepat akan membuat kesimpulan terasa kuat, logis, dan langsung meninggalkan kesan “skripsi ini layak A”.
1. Restatement of Research Objectives & Problems (Pernyataan Ulang Tujuan dan Rumusan Masalah)
Bagian pembuka kesimpulan harus mengulang secara ringkas tapi tepat apa yang ingin dicapai dan masalah apa yang dijawab dalam penelitian. Hindari copy-paste dari pendahuluan. Gunakan kalimat baru yang lebih tajam, misalnya dari “Penelitian ini bertujuan menganalisis…” menjadi “Berdasarkan seluruh proses penelitian, fokus utama telah tertuju pada pengaruh X terhadap Y di konteks Z”. Langkah ini penting agar pembaca (terutama penguji) langsung teringat pada core issue tanpa perlu membolak-balik halaman awal.
2. Ringkasan Temuan Utama (Key Findings) Secara Sistematis
Di sini Anda wajib menyajikan temuan paling signifikan sesuai urutan rumusan masalah atau hipotesis. Gunakan pendekatan “satu rumusan masalah = satu temuan kunci”. Jelaskan dengan data angka atau persentase penting, tapi jangan terlalu detail seperti di bab pembahasan. Contoh: “Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa variabel X berkontribusi sebesar 42,7% (p < 0,01) terhadap peningkatan Y, sedangkan variabel Z justru memberikan pengaruh negatif signifikan sebesar -18,4%”. Paragraf ini biasanya terdiri dari 3–6 kalimat kuat yang langsung ke inti.
3. Jawaban Langsung terhadap Hipotesis atau Pertanyaan Penelitian
Jika skripsi Anda menggunakan hipotesis, tulis secara eksplisit “Hipotesis 1 (H1) diterima”, “Hipotesis 3 (H3) ditolak”, lengkap dengan nilai signifikansi. Jika berbasis pertanyaan penelitian, jawab satu per satu dengan kalimat deklaratif tegas: “Pertanyaan penelitian pertama terjawab bahwa…”. Bagian ini menjadi bukti bahwa Anda benar-benar menyelesaikan apa yang dijanjikan sejak bab 1.
4. Perbandingan dengan Penelitian Terdahulu (Consistency & Novelty)
Tunjukkan posisi temuan Anda terhadap literatur yang sudah ada. Gunakan pola: kesamaan → perbedaan → kebaruan. Contoh: “Temuan ini sejalan dengan penelitian Andi (2022) yang menemukan pengaruh positif X terhadap Y, namun penelitian ini berhasil membuktikan adanya efek mediasi variabel Z yang sebelumnya belum pernah diuji di Indonesia”. Kalimat ini membuat skripsi Anda terlihat tidak hanya mengulang, tapi memberikan kontribusi baru.
5. Implikasi Teoritis dan Praktis
Bagian paling sering dilupakan mahasiswa. Implikasi teoritis: bagaimana hasil Anda memperkuat, melengkapi, atau bahkan menantang teori yang ada. Implikasi praktis: rekomendasi nyata bagi praktisi, perusahaan, pemerintah, sekolah, rumah sakit, dll. Tulis spesifik dan dapat dijalankan, misalnya “Hasil ini merekomendasikan perusahaan menerapkan program pelatihan berbasis gamifikasi dengan durasi minimal 12 jam untuk meningkatkan employee engagement hingga 28%”.
6. Keterbatasan Penelitian (Limitations)
Jujur tapi tetap elegan. Akui keterbatasan tanpa merendahkan kualitas penelitian Anda. Contoh: “Penelitian ini hanya melibatkan sampel dari Jawa Tengah sehingga generalisasi ke wilayah lain perlu dilakukan secara hati-hati” atau “Penggunaan kuesioner self-report berpotensi menimbulkan social desirability bias”. Menyebut keterbatasan justru menunjukkan sikap ilmiah yang dewasa.
7. Saran Penelitian Mendatang (Recommendations for Future Research)
Tutup dengan membuka pintu baru. Berikan 3–5 saran yang benar-benar feasible dan menarik, misalnya menggunakan metode kualitatif mendalam, memperluas wilayah sampel, menguji variabel moderator baru, atau memanfaatkan teknik analisis yang lebih advanced (SEM, meta-analysis, machine learning, dsb). Saran yang bagus akan membuat penguji berpikir “skripsi ini punya dampak jangka panjang”.
Setelah memahami komponen wajib dan struktur kesimpulan skripsi yang benar, langkah berikutnya adalah mempelajari cara menulis kesimpulan yang ringkas, fokus pada tujuan, dan siap dipertahankan saat sidang. Bagian ini penting karena teknik penulisan yang tepat akan membantu Anda menyampaikan inti penelitian tanpa bertele-tele sekaligus menunjukkan konsistensi antara metode, data, dan hasil akhir.
Sebagai tambahan, JasaSkripsi.co.id juga menyediakan arsip lengkap contoh skripsi dari berbagai universitas melalui halaman contoh skripsi terverifikasi yang dapat menjadi rujukan dalam menerapkan format akademik yang benar. Untuk memastikan kesimpulan Anda kuat secara substansi dan meyakinkan saat diuji, lanjutkan membaca bagian berikutnya tentang cara menulis kesimpulan skripsi yang ringkas, menjawab tujuan, dan langsung lolos sidang.
Cara Menulis Kesimpulan Skripsi yang Ringkas, Menjawab Tujuan, dan Langsung Lolos Sidang
Berdasarkan pengalaman kami dalam membimbing berbagai mahasiswa dari tahap awal hingga sidang, banyak yang sebenarnya sudah memiliki hasil penelitian yang kuat namun gagal menyampaikan inti temuan secara efektif. Bagian kesimpulan sering kali menjadi titik krusial yang menentukan apakah mahasiswa dipandang memahami penelitiannya atau tidak.
Oleh karena itu, penjelasan berikut disusun untuk memandu Anda memahami setiap aspek penting agar kesimpulan tidak hanya ringkas, tetapi juga tepat sasaran dan meyakinkan penguji.
Menyusun Kesimpulan Berdasarkan Rumusan Masalah
Kesimpulan yang kuat selalu kembali pada rumusan masalah. Setiap poin harus menjawab pertanyaan penelitian secara langsung, tanpa menambah informasi baru atau memasukkan analisis tambahan. Proses ini menuntut ketelitian dalam membaca ulang bab sebelumnya untuk memastikan jawaban yang Anda tuliskan benar-benar merepresentasikan temuan penelitian.
Dalam praktiknya, mahasiswa sering terjebak menuliskan hal-hal yang bersifat umum atau terlalu deskriptif, sehingga kesimpulan kehilangan fokus. Dengan mengacu pada rumusan masalah secara eksplisit, Anda dapat memastikan setiap kalimat memiliki fungsi jelas dan memperkuat kredibilitas hasil penelitian.
Menghubungkan Temuan Utama dengan Tujuan Penelitian
Selain menjawab rumusan masalah, kesimpulan juga wajib menunjukkan ketercapaian tujuan penelitian. Banyak mahasiswa yang menemukan data penting, tetapi tidak menjelaskan bagaimana data tersebut mampu mencapai tujuan yang sudah dirumuskan di awal. Pada tahap ini, Anda perlu melakukan penyederhanaan temuan—bukan memotong isi, tetapi mengekstraksi inti hasil sehingga pembaca dapat melihat hubungan logis antara tujuan dan hasil penelitian Anda.
Pendekatan ini memberi sinyal kepada penguji bahwa Anda menguasai keseluruhan alur penelitian, dari latar belakang hingga implikasi akhir.
Menulis dengan Struktur Logis dan Alur Mengalir
Kesimpulan yang baik bukan sekadar kumpulan poin, tetapi rangkaian paragraf yang saling terhubung. Susunlah kesimpulan dalam urutan yang mengikuti struktur penelitian: mulai dari jawaban terhadap rumusan masalah, penjelasan pencapaian tujuan, hingga penguatan temuan inti. Struktur seperti ini membantu pembaca memahami alur berpikir Anda tanpa kebingungan.
Penguji biasanya sangat memperhatikan kerapian alur kesimpulan, karena bagian ini mencerminkan kemampuan mahasiswa merangkum informasi kompleks menjadi narasi ilmiah yang ringkas dan tajam.
Menghindari Pengulangan yang Tidak Perlu
Kesalahan umum mahasiswa adalah mengulang isi pembahasan atau teori yang sudah tertulis di bab sebelumnya. Pengulangan membuat kesimpulan terlihat panjang tetapi tidak memberikan nilai tambah. Untuk menghindarinya, fokuskan kesimpulan hanya pada inti temuan dan keterkaitannya dengan tujuan penelitian. Periksa setiap kalimat: apakah informasi tersebut benar-benar membantu memperjelas hasil? Jika tidak, hilangkan.
Teknik penyaringan ini membuat kesimpulan lebih bersih, terarah, dan profesional—sesuatu yang sangat diapresiasi penguji.
Menggunakan Bahasa yang Tegas dan Tidak Berputar-putar
Bahasa yang digunakan dalam kesimpulan harus lugas dan tegas, mencerminkan kepastian hasil penelitian. Hindari frasa spekulatif seperti “mungkin”, “kemungkinan”, atau “sepertinya” kecuali penelitian Anda memang menuntut penjelasan probabilistik. Pilih diksi yang menunjukkan pencapaian, seperti “hasil penelitian menunjukkan…”, “temuan ini mengonfirmasi…”, atau “penelitian membuktikan bahwa…”.
Gaya bahasa yang kuat dan langsung akan memberi kesan bahwa Anda menguasai data serta memahami konteks penelitian secara menyeluruh, yang pada akhirnya meningkatkan peluang untuk lolos sidang dengan penilaian baik.
Setelah memahami teknik menulis kesimpulan yang ringkas dan tepat sasaran, langkah berikutnya adalah melihat contoh kasus agar Anda bisa melihat bagaimana prinsip-prinsip tersebut diterapkan pada situasi nyata. Contoh kasus akan membantu Anda menangkap pola penalaran, cara merumuskan jawaban yang relevan, serta bagaimana menghubungkan hasil penelitian dengan tujuan secara efektif.
Untuk melengkapi pemahaman, kami juga menyediakan artikel dasar yang menjelaskan skripsi dengan bahasa sederhana dan runtut. Anda dapat membacanya melalui halaman Skripsi adalah: Memahami Arti dan Fungsinya Secara Mudah. Sekarang, lanjutkan ke bagian berikutnya yang membahas contoh kasus, agar Anda memperoleh gambaran nyata dalam menyusun Contoh Kesimpulan Skripsi yang kuat.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Penulisan Kesimpulan Skripsi
-
Apa bedanya isi kesimpulan skripsi dengan isi saran penelitian?
Kesimpulan berisi ringkasan temuan utama dan jawaban atas rumusan masalah/tujuan penelitian yang sudah terbukti dari hasil analisis data. Sedangkan saran berisi rekomendasi praktis atau akademis yang muncul dari temuan tersebut, biasanya ditujukan kepada pihak tertentu (perusahaan, pemerintah, peneliti berikutnya, dll).
Kesimpulan bersifat “apa yang sudah kita ketahui sekarang”, sementara saran bersifat “apa yang sebaiknya dilakukan selanjutnya”.
-
Berapa panjang ideal kesimpulan skripsi?
Untuk skripsi S1, kesimpulan biasanya berkisar 1–3 halaman (400–900 kata), tergantung jumlah tujuan penelitian dan kompleksitas temuan. Yang terpenting bukan panjangnya, melainkan setiap poin langsung menjawab rumusan masalah atau hipotesis tanpa pengulangan narasi bab pembahasan yang terlalu panjang.
-
Apakah boleh memasukkan data angka atau tabel kembali di bagian kesimpulan?
Sebaiknya tidak. Kesimpulan bukan tempat untuk menampilkan kembali tabel atau angka mentah yang sudah ada di bab hasil dan pembahasan. Jika memang sangat penting, cukup sebutkan nilai atau persentase secara naratif saja tanpa tabel/grafik baru, atau gunakan kalimat ringkas seperti “peningkatan sebesar 27,4% sebagaimana terlihat pada Tabel 4.5”.
-
Haruskah kesimpulan ditulis dengan bahasa yang sama persis seperti tujuan penelitian?
Sangat disarankan. Cara paling aman dan sistematis adalah menuliskan ulang tujuan penelitian satu per satu (dalam bentuk kalimat pernyataan, bukan pertanyaan lagi), kemudian langsung diikuti jawaban singkat dari temuan. Contoh: Tujuan pertama yaitu menganalisis pengaruh X terhadap Y → “Berdasarkan hasil pengujian, variabel X berpengaruh positif dan signifikan terhadap Y dengan koefisien 0,634 (p-value < 0,05).”
-
Apakah kertas kesimpulan boleh memuat kutipan referensi baru yang belum pernah muncul sebelumnya?
Tidak disarankan. Kesimpulan bukan tempat untuk memperkenalkan teori atau penelitian orang lain yang baru. Semua kutipan pendukung seharusnya sudah ada di bab tinjauan pustaka atau pembahasan. Jika terpaksa harus membandingkan, cukup sebut nama peneliti dan tahunnya saja tanpa kutipan langsung yang panjang.
Mulai Kerjakan Kesimpulan Skripsimu Sekarang, Jangan Tunggu Deadline!
Setelah memahami struktur yang tepat, komponen wajib, dan puluhan contoh kesimpulan skripsi dari berbagai jurusan di atas, kini saatnya kamu langsung menerapkan semua ilmu ini ke naskahmu sendiri. Kesimpulan yang kuat bukan hanya akan membuat skripsimuimu terlihat lebih profesional, tapi juga meningkatkan kepercayaan diri saat menghadapi sidang.
Kalau kamu masih merasa kesulitan menyusun kata-kata yang ringkas, ilmiah, dan langsung menjawab tujuan penelitian — atau bahkan butuh bantuan lengkap mulai dari bab 1 sampai revisi sidang — kami sarankan untuk membaca dulu ulasan lengkap tentang 10 Jasa Skripsi Terbaik di Indonesia. Di sana kamu bisa menemukan penyedia jasa terpercaya yang sudah terbukti membantu ribuan mahasiswa lulus tepat waktu dengan nilai memuaskan.
Semoga skripsimu lancar dan sidangnya sukses ya! Kamu pasti bisa!
